Jumat, 31 Mei 2013

Penyanyi dan Artis Indonesia yang Meninggal Muda

 Berikut ini beberapa artis dan penyanyi yang meninggal muda yang didapat dari berbagai sumber,apabila pembaca blog berkenan melengkapi, kami selalu berharap............................

1. Nike Ardila
Pada tanggal 19 Maret 1995, kurang lebih pukul 06.15 pagi Nike Ardilla tewas dalam sebuah kecelakan tunggal. Mobil Honda Civic berwarna biru metalik plat D 27 AK menabrak pagar beton bak sampah di jalan RE. Martadinata. Diperkirakan Nike tewas seketika, tetapi saksi yang berada disekitar lokasi kecelakan menuturkan Nike belum meninggal saat kejadian, baru dalam perjalanan ke rumah sakit Nike meninggal. Nike mengalami luka parah di kepala dan memar-memar di dadanya. Nike yang saat itu bersama manajernya, Sofiatun, baru saja kembali dari diskotik Polo. Isu-isu negatif seputar kematiannya berkembang diantaranya menyebutkan bahwa Nike mengendarai mobil dengan keadaan mabuk, tapi kemudian kabar itu dibantah keras oleh pihak keluarga dan saksi kunci kecelakaan itu. Sofiatun mengatakan Nike hanya meminum orange jus. Hasil visum polisi menyebutkan tidak menemukan kadar alkohol dalam tubuh Nike. Ada kesimpangsiuran tentang waktu kematian Nike Ardilla, menurut saksi kejadian itu terjadi pukul 3 pagi, tapi saksi lain mengatakan bahwa kecelakaan itu terjadi pukul 5.45 pagi, laporan resmi mengatakan bahwa waktu kejadian adalah pukul 06.15 pagi. Nike Ardilla dimakamkan pada sore itu juga, diantar oleh ribuan penggemarnya beserta para artis ibukota. Kematiannya menghebohkan dunia hiburan Indonesia, ditangisi para fans yang sampai beberapa hari setelah kematiannya masih setia berada di kediaman Nike Ardilla.
Menurut Atun yang bersama Nike berada di mobil itu, dalam perjalanan pulang Nike mengendarai mobil itu dengan tidak menggunakan sabuk pengaman. Mobil Nike berusaha menyalip mobil berwarna merah di depannya yang berjalan sangat pelan. Namun ketika menyalip, dari arah berlawanan muncul mobil Taft melaju kencang, Nike langsung menghindari mobil Taft tersebut dan membanting setir terlalu ke kiri sehingga menabrak sebuah pohon dan langsung terpental menabrak pagar beton bak sampah di kantor Usaha Pribadi di jalan RE. Martadinata, dan Nike menghembuskan nafasnya yang terakhir.


2. Poppy Mercury
Poppy Yusfida atau yang lebih dikenal dengan nama Poppy Mercury, adalah penyanyi kelahiran Bandung pada tahun 1973 ini populer lewat lagu Surat Undangan yang populer di era 1990-an. Namun pada tahun 1995 pada saat kariernya sedang di puncak ia meninggal akibat komplikasi Maag, Bronchitis/radang tenggorokan atau yang lebih dikenal dengan diphteri dan Rematik di RS. Hasan Sadikin, Bandung. Poppy Mercury meninggal pada tanggal 28 Agustus 1995 pada usia 22 tahun.


 

3. Abiem Ngesti

 
Abiem Ngesti, pelantun lagu ‘Pangeran Dangdut’ (dirilis 1992) merupakan satu2nya penyanyi anak2 yang ‘terus terang’ meniti kariernya lewat jalur dangdut, dan sempat ngetop sebagai penyanyi dangdut remaja dengan album album selanjutnya, antara lain ‘Kugenggam dunia’ dan ‘Dahsyat’ (1995).
Sayang sekali obsesinya untuk menjadi Raja Dangdut di masa depan, tidak kesampaian, sebuah kecelakaan merenggut nyawanya di tahun 1995, menyusul beberapa selebriti lain yang mati muda di tahun itu juga (Nike Ardilla, Ryan Hidayat, Andy Liani, Poppy Mercury)


 

4. Andy Liani

Tahun 1990an memang banyak sekali musisi di tanah air ini. Mereka produktif dalam menghasilkan karya yang berkualitas. Termasuk Andy Liany, vokalis asal Bandung yang menorehkan kenangan manis bagi penggemarnya. Andy Liany meninggal dunia ketika karirnya sedang berkembang. Kini Lagu-lagunya menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi penggemarnya. Ada beberapa lagu yang menjadi hits dari Sang vokalis. Misalnya Sanggupkah, Antara Kita, Ingin Rasanya. Gambar di samping adalah cover kaset untuk album Satu Cita, sebuah Single Album, yang mengenalkan nama Andy Liany di blantika musik Indonesia di tahun 1991.


 

5. Richie Ricardo

Richie Ricardo (lahir 2 Mei 1960 – meninggal 0 Desember 1993 pada umur 32 tahun)adalah penyanyi dan pemeran Indonesia. Ia termasuk dikategorikan sebagai selebritis yang berhasil di dua bidang. Dalam film-filmnya aa selalu memainkan peran stereotip yaitu sebagai cowok lugu yang akhirnya 'dikerjain' oleh cewek-cewek disekitarnya. Dalam dunia musik, Richie sempat melejit lewat album Oh Nona Manis Hujan & Cinta dan Cuma Dia. Tetapi sayang, pada masa jayanya ia meninggal dunia karena sakit Kanker Otak.
Didalam filmnya ia sempat menjadi peran utama dalam film "Bercinta", "Permainan Cinta", "Gadis Telephon", "Rambut Keriting" dan "Ranjang Setan".


 
6. Alda Risma Elfariani
Alda Risma Elfariani / Alda R binti A Farid R (lahir di Bogor, Jawa Barat, 23 November 1982 – meninggal di Jakarta, 12 Desember 2006 pada umur 24 tahun) adalah penyanyi dan aktris Indonesia. Wanita bertinggi badan 160 cm ini populer terutama melalui lagu Aku Tak Biasa. Ia pernah pula berkolaborasi dengan boyband “Code Red”.
Kehidupan awal
Alda Risma lahir di Bogor pada tanggal 23 November 1982. Ibunya bernama Halimah. Ia dibesarkan di Cikaret, Bogor Selatan. Sejak tahun 1980, Alda dan orang tuanya tinggal di rumah tersebut.
Karier
Ia menjadi populer melalui lagu Aku Tak Biasa. Ia pernah pula berkolaborasi dengan boyband “Code Red”. Selain itu, Alda juga merupakan seorang model.
Kehidupan pribadi
Alda Risma pernah bertunangan dengan Iwan Sastrawijaya, tapi selangkah lagi menuju pelaminan, keributan kecil mengakhiri jalinan asmara Iwan dan Alda. Setelah itu namanya tidak terdengar, hingga muncul lagi di media massa ketika ia mengalami kecelakaan lalu-lintas pada 19 Juni 2006.
Meninggal dunia
Tanggal 12 Desember 2006 Alda ditemukan meninggal disebuah kamar hotel. Sekujur tubuhnya dipenuhi dengan bekas suntikan. Diduga Alda meninggal karena overdosis. Namun menurut analisis selanjutnya, kematian Alda disebut sebagai pembunuhan yang dilakukan oleh Ferry Surya Prakasa (kakak ipar pemain sinetron Ferry Salim).
Diskografi
  • We Can Make It (Bersama Code Red) (Single 1997)
  • Aku Tak Biasa (1998)
  • Kupilih Yang Mana (2001)
  • Tangisan Yang Terakhir (2006)
  • Terakhir Untukmu (2007)
Sinetron
  • Kesucian Prasasti (prod. Rapi Film / di Indosiar
  • Kesetiaan Yang Retak
Iklan
  • Neo Hormoviton
7. Galang Rambu Anarki
Galang Rambu Anarki anakku
Lahir awal januari menjelang pemilu

Galang Rambu Anarki dengarlah
Terompet tahun baru menyambutmu

Galang Rambu Anarki ingatlah
Tangisan pertamamu ditandai bbm
Membumbung tinggi (melambung)

Reff:

Maafkan kedua orangtuamu kalau
Tak mampu beli susu

Bbm naik tinggi
Susu tak terbeli
Orang pintar tarik subsidi
Mungkin bayi kurang gizi (anak kami)

Galang Rambu Anarki anakku
Cepatlah besar matahariku
Menangis yang keras, janganlah ragu
Tinjulah congkaknya dunia buah hatiku

Doa kami di nadimu

Siapa yang pernah mendengar lagu ini pasti mengetahui betapa besar harapan sang ayah, Iwan Fals.. kepada anak laki2 pertamanya di masa depan nanti. sayangnya takdir berkata lain..

Pada tanggal 25 April 1997 duka menyelimuti keluarga Iwan Fals. Anak lelaki pertamanya yg bernama Galang Rambu Anarki tlh berpulang ke Rahmatullah. Galang ditemukan tdk bernyawa di kamarnya. Menurut keterangan pihak keluarga, Galang menderita penyakit asma yg akut. Sementara itu pers mengaitkan kematianya dgn penyalahgunaan NARKOBA :yikes: Galang meninggal dlm usia 15 thn.

Galang mengikuti jejak ayahnya sbg seorang pemusik. Namun ia lbh memilih tdk berdiri dibawah nama besar ayahnya. Ia bergabung bersama BUNGA sbg gitaris & mengeluarkan album 'JANGAN KAU PERGI'. Sayangnya, Galang belum sempat melihat albumnya dirilis... kematian terlalu cepat menjemputnya..

8.  Nita Tilana

Nita Tilana (lahir 8 Oktober 1967 – meninggal 10 Agustus 2000 pada umur 32 tahun) adalah seorang penyanyi Indonesia. Nita Tilana meninggal dunia karena kanker mulut rahim yang dideritanya. Kakak dari musisi Arman Maulana ini dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Sirna Raga, Bandung yang berdekatan dengan makam penyanyi Poppy Mercury.
Awal Karier
Sebelum membuat album sendiri, Nita kerap menjadi langganan backing vocal penyanyi lain termasuk sempat menjadi penyanyi latar Slank. Nita dikenal karena statusnya sebagai kakak kandung Armand Maulana, Selain sempat menjadi presenter acara Panorama yang disiarkan Stasiun Anteve.

Album

Kesempatan untuk merilis album akhirnya terwujud ketika Adi Adrian dan Adjie Soetama dari Warna Musik tertarik membuatkan album untuknya. Banyak musisi turut membantu penggarapan album itu diantaranya Andre Hehanusa, Thomas Ramdhan, Billy J. Budiarjo, Raidy Noor, Anang, Adjie Soetama dan termasuk pula Armand Maulana serta Dewi Gita. Mastering tak tanggung-tanggung dikerjakan oleh John Herbert dari Lion Studio Singapura. Setelah rampung album Nita Tilana diberi banderol “Kau Bohong” diambil dari judul lagu penutup di album tersebut hasil karya Ecky Lamoh.
Album “Kau Bohong” secara khusus didedikasikan Nita untuk “Almarhumah tercinta”. Di dalam sampul kaset Nita juga menuliskan ucapan terima kasih kepada seseorang yang katanya sangat mendorong dirinya dalam segala hal tapi tak disebutkan siapa orang yang dimaksud.
Kehadiran album perdana Nita Tilana sempat menjadi perhatian luas terindikasi dengan cukup larisnya angka penjualan album di pasaran. Keberhasilan itu tentunya tak terlepas dari booming single Tak Ada Waktu yang kerap ditayangkan video klipnya. Koreografi liukan tangan Nita Tilana dalam video klip tersebut menjadi daya tarik khusus sehingga banyak yang menyukai single Tak Ada Waktu.

Kehidupan Pribadi

Tal lama berselang Nita Tilana mendapat cobaan berat. Dia divonis Dokter menderita Kanker Mulut Rahim stadium lanjut. Meski menderita penyakit mematikan tersebut semangatnya untuk terus bergelut dengan musik tetap terus dilakoni sembari melakukan terapi guna kesembuhannya. Namun perjuangan Nita melawan penyakitnya berakhir . Tanggal 10 Agustus 2000 Nita Tilana dipanggil Sang Khalik untuk selama-lamanya.

Diskografi

  • 1996 – Kau Bohong (Atlantic Record ; Warna Music)
sumber: wikipedia
 9. Indra Safera

Setelah menderita sakit yang cukup lama, akhirnya presenter Indra Safera meninggal dunia, kemarin pukul 16.30 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD).
Indra yang pernah membawa acara Ngobras (Ngobrol Bareng Indra Safera) dan kemudian acara Bantal bersama Meutia Kasim ini menderita gagal ginjal dan sakit liver. Almarhum masuk rumah sakit RSPAD sejak hari Kamis lalu.

Menurut saudara Indra, Fajar, sebelum dirawat di RSPAD, Indra sempat dirawat selama dua minggu
Indra Nuradi Salman atau Indra Safera (lahir di Bandung, Jawa Barat, 14 Juli 1968 – meninggal di Jakarta, 31 Agustus 2003 pada umur 35 tahun) merupakan seorang host, pembawa acara, dan pembawa acara berkebangsaan Indonesia. Dia merupakan anak kedua dari empat bersaudara pasangan dr Salman Tisnawijaya dan dr Emmy M Salman, mulai dikenal di dunia hiburan televisi sejak pertengahan tahun 1990-an. Dia tampil dalam acara komedi garapan Harry de Fretes Hari-Harimau di Anteve tahun 1995. Indra pernah dikenal sebagai pembawa acara terkenal di sejumlah stasiun televisi. Dia antara lain menjadi pembawa acara Kiss di Indosiar tahun 1996, Korek Si Indra (Anteve, 1998), dan Ngobras (SCTV 2000). Dia masih lajang ketika meninggal dunia karena menderita gangguan lever.
di Rumah Sakit Mitra Keluarga. www.arsip.net

10. Ryan Hidayat ( Lupus )
 
Ryan Hidayat (lahir di Jakarta, 19 September 1970 – meninggal 8 Februari 1997 pada umur 26 tahun) adalah salah satu pemeran pria Indonesia.
Ia memulai karirnya sejak kecil dalam film Anna Maria.

Filmografi :
Anna Maria (1979)
Nakalnya Anak-Anak (1980)
Buah Hati Mama (1980)
Darna Ajaib (1980)
Kemilau Kemuning Senja (1980)
Lembah Duka (1981)
Tali Merah Perkimpoian (1981)
Sangkuriang (1982)
Gema Hati Bernyanyi (1987)
Lupus (1987)
Lupus II (1987)
Anak-Anak Gass... (1988)
Si Roy (1989)
Lebih Asyik Sama Kamu (1989)
Langit Kembali Biru (1990)
Ricky (1990)
Lupus IV (1990)
Lupus V: Iih,,Syereem! (1991)
Suami, Istri Dan Kekasih (1994)
Kuldesak (1999)

Sinetron :
Bella Vista (1995)
Mentari di Balik Awan (1996)
Tirai Kasih yang Terkoyak (1998). kasku.us.
 
11. Taufik Savalas
Taufik Savalas (lahir di Jakarta, 9 Juni 1966 – meninggal di Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah, 11 Juli 2007 pada umur 41 tahun) adalah seorang pembawa acara dan pelawak asal Indonesia. Ia terlahir dengan nama Muhammad Taufik bin Muhammad Yusuf Masri. Nama Taufik Savalas diambil dari nama seorang aktor Yunani yang dikaguminya, Telly Savalas (pemeran Detektif Kojak).

Meninggal dunia

Sebelum kecelakaan di Purworejo yang merenggut nyawanya, Taufik juga pernah mengalami kecelakaan di Jalan Tol Tomang-Merak KM 15 pada 27 Februari 2003. Ketika itu Taufik mengendarai mobil pribadinya Peugeot 206 setelah syuting acara Laris Manis di Studio Penta, Kebon Jeruk, untuk mengantar adiknya. Setelah itu, sekitar pukul 01.00 WIB Taufik melanjutan perjalanan ke rumahnya di Lippo Karawaci, Tangerang. Dalam keadaan sepi Taufik memacu kendaraannya mencapai kecepatan 120-130 km/jam. Pandangannya saat itu terhalang akibat kaca depan mobilnya terciprat air. Hal ini membuat Taufik panik dan tak dapat menguasai kendaraan. Kendaraannya pun melaju zig-zag hingga menabrak pembatas jalan. Taufik selamat dalam kecelakaan itu.
Pada tanggal 11 Juli 2007, Taufik Savalas meninggal pada usia 41 tahun dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah. Saat itu, ia hendak menuju Purbalingga untuk mengemban tugas sebagai duta salah satu produk sabun kesehatan. Namun, mobil Toyota Kijang Kapsul bernomor polisi B 2089 QH yang membawanya dari Yogyakarta menuju Purbalingga, bertabrakan dengan truk bermuatan semen. Dan kepalanya terjepit.
Dengan kepergiannya ini dia meninggalkan seorang istri, Rina Rosdiana dan dua orang anak, Moch Abizard dan Adinda Fatima. Dia dimakamkan di Tempat Pemakaman Keramat Tengkele di Desa Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Serang, Banten. Pihak keluarga meminta Taufik dimakamkan di tempat tersebut dengan alasan ada leluhurnya yang dimakamkan di pemakaman itu.


12. Adjie Massaid

VIVAnews - Artis dan juga anggota DPR, Adjie Massaid, dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Fatmawati, Sabtu 5 Februari 2011. Suami dari Angelina Sondakh ini meninggal dunia pukul 00.00 WIB di Unit Gawat Darurat RS Fatmawati.
Menurut informasi yang diterima, sebelum meninggal, Adji Massaid sempat bermain bola. Sosok yang juga menjabat sebagai manajer timnas U-23 ini sempat menjalani perawatan sebelum akhirnya menghembuskan nafas yang terakhir. "Sampai di kamar mayat pukul 01.00," ujar petugas jaga kamar mayat RS Fatmawati, Yayat saat dihubungi VIVAnews.com, Sabtu 5 Februari 2011.
Pemilik nama lengkap Raden Pandji Chandra Pratomo Samiadji Massaid ini lahir di Jakarta, 7 Agustus 1967 silam. Memulai karir sebagai model, Adjie akhirnya terjun ke dunia politik. Ia adalah anggota DPR-RI periode 2004-2009 dan 2009-2014 dari Partai Demokrat.

Adjie menikah dengan penyanyi Reza Artamevia tanggal 9 Februari 1999. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai 2 orang anak bernama Zahwa dan Aaliya. Pasangan ini bercerai pada 17 Januari 2005.

Selanjutnya, Adjie menjalin hubungan dengan Angelina Sondakh, mantan Puteri Indonesia yang juga anggota DPR-RI untuk Partai Golkar (pada periode 2009-2014 untuk Partai Demokrat). Keduanya menikah 29 April 2009.

Sumber: Dari berbagai sumber.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar