Rabu, 20 November 2013

PANITIA PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA (PPKI)

Suatu badan yang dibentuk pemerintah Jepang tanggal 7 Agustus 1945. Badan ini bertugas menyiapkan segala sesuatu menyangkut masalah ketatanegaraan menghadapi penyerahan kekuasaan pemerintahan dari Jepang kepada bangsa Indonesia.
Beranggotakan 21 orang, yang ditunjuk sebagai ketua Soekarno dan wakilnya Moh. Hatta. Sebagai penasehat ditunjuk Mr. Ahmad Subardjo, dan tanpa sepengetahuan pemerintah Jepang, PPKI menambah lagi enam orang, yaitu Wiranatakusumah, Ki Hadjar Dewantara, Mr. Kasman Singodimedjo, Sayuti Melik, Iwa Kusumasumantri, dan Ahmad Soebardjo. Badan ini dibentuk untuk menarik simpati golongan-golongan yang ada di Indonesia agar bersedia membantu Jepang dalam Perang Pasifik, yang kedudukannya semakin terdesak sejak 1943. Mereka juga berjanji memberi kemerdekaan pada Indonesia melalui 'Perjanjian Kyoto'.
Ketika Rusia bergabung dengan Sekutu dan menyerbu Jepang dari Manchuria, pemerintah Jepang mempercepat kemerdekaan Indonesia, yang oleh BPUPKI direncanakan 17 September 1945. Tiga tokoh PPKI (Soekarno, Hatta, dan Radjiman) diterbangkan ke Dalath (Saigon) bertemu Jenderal Terauchi yang akan merestui pembentukan negeri boneka tersebut. Tanggal 14 Agustus 1945 ketiganya kembali ke Jakarta dan Jepang menghadapi pemboman AS di Hirosima dan Nagasaki. Golongan tua dan golongan muda pejuang kemerdekaan terlibat pro dan kontra atas peristiwa pemboman Jepang oleh AS. Golongan muda melihat Jepang sudah hampir menemui kekalahan, tetapi golongan tua tetap berpendirian untuk menyerahkan keputusan pada PPKI.
Sikap tersebut tidak disetujui golongan muda dan menganggap PPKI merupakan boneka Jepang dan tidak menyetujui lahirnya proklamasi kemerdekaan dengan cara yang telah dijanjikan oleh Jenderal Besar Terauchi dalam pertemuan di Dalath. Golongan muda menghendaki terlaksananya proklamasi kemerdekaan dengan kekuatan sendiri lepas sama sekali dari pemerintahan Jepang. Menanggapi sikap pemuda yang radikal itu, Soekarno-Hatta berpendapat bahwa soal kemerdekaan Indonesia yang datangnya dari pemerintah Jepang atau dari hasil perjuangan bangsa Indonesia sendiri tidaklah menjadi soal, karena Jepang toh sudah kalah. Selanjutnya menghadapi Sekutu yang berusaha mengembalikan kekuasaan Belanda di Indonesia. Oleh sebab itu untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia diperlukan suatu revolusi yang terorganisasi. Mereka ingin memperbincangkan proklamasi kemerdekaan di dalam rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.
Perbedaan pendapat ini melatarbelakangi peristiwa penculikan Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.00 WIB. Tindakan itu diambil berdasarkan keputusan rapat terakhir pemuda pejuang yang diadakan pukul 24.00 WIB menjelang tanggal 16 Agustus 1945 di Jl. Cikini, 71 Jakarta. Selain dihadiri pemuda-pemuda yang sebelumnya rapat di Lembaga Bakteriologi, Pegangsaan Timur, Jakarta, juga dihadiri oleh Sukarni, Jusuf Kunto, dan dr. Muwardi dari Barisan Pelopor, serta Shodanco Singgih dari Daidan Peta Jakarta syu. Mereka bersama Chaerul Saleh sepakat melaksanakan keputusan rapat, antara lain "menyingkirkan Soekarno dan Hatta ke luar kota" dengan tujuan menjauhkan mereka dari segala pengaruh Jepang. Shodanco Singgih mendapat kepercayaan melaksanakan rencana itu. Di Rengasdengklok, akhirnya Soekarno setuju memproklamasikan kemerdekaan tanpa campur tangan pihak Jepang. Pukul 23.00 WIB rombongan tiba di Jakarta dan menuju kediaman Laksamana Maeda di Jl. Imam Bonjol No.1, dan di tempat tersebut naskah proklamasi disusun.
Setelah selesai, teks proklamasi dibaca dan dimusyawarahkan di hadapan tokoh-tokoh yang sebagian besar anggota PPKI. Sehari setelah itu, PPKI mengadakan sidang di Gedung Kesenian Jakarta dan dihasilkan beberapa keputusan, yaitu a) membentuk UUD; b) memilih Ir. Soekarno sebagai presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil presiden; c) presiden untuk sementara waktu akan dibantu oleh sebuah komite nasional. Pada sidang hari kedua, PPKI menetapkan membentuk 12 departemen dan menunjuk para pejabat departemen dan menetapkan wilayah RI meliputi delapan propinsi sekaligus menunjuk gubernurnya. Pada sidang hari ketiga, presiden memutuskan berdirinya tiga badan baru yaitu Komite Nasional Indonesia (KNI), Partai Nasional Indonesia (PNI), dan Badan Keamanan Rakyat (BKR). Dan dengan terbentuknya tiga badan ini, maka berarti pula PPKI dibubarkan.

Senin, 18 November 2013

Lima Belas Foto Hitam Putih Bersejarah yang berhasil diwarnai

Foto hitam putih adalah hasil jepretan jadul jika dilihat di zaman sekarang ini, maklum belum ada kamera warna. Bayangkan saja semuanya terlihat klasik dan mononton, hanya ada warna hitam dan putih. Namun bagaimana bila foto-foto bersejarah tersebut diedit dan diberi warna, pastinya akan tampak bagus dan modern.
Berikut ini 15 foto hitam putih yang diberi warna oleh para talenta berbakat dalam pengeditan Photoshop. Mereka tergabung dalam komunitas Reddit ColorizedHistory. Oh ya  untuk mengakses halaman ini harus sabar, loadingnya lama karena ukuran gambarnya besar.

1. Anak laki-laki memegang boneka (London,  Tahun 1945)


diwarnai oleh Andreas Larsson

2. Albert Einstein sedang menikmati liburan musim panas (Tahun 1939)
Tahukan anda mengapa ia pintar, baca Alasan Albert Einstein Genius

Albert Einstein
diwarnai oleh Paul Edwards

3. Pria muda (Baltimore USA, tahun 1938)

diwarnai oleh Jordan J Lloyd

4. Audrey Hepburn (Artis Inggris)

Audrey Hepburn
diwarnai oleh Dana Kellerd

5. Pekerja kayu yang sedang menganggur (Tahun 1939)

diwarnai oleh Mads Madsen

6. Para pemanah jepang (sekitar tahun 1860)

diwarnai oleh Jordan J Lloyd

7. Bencana tragis Hindenburg (Jerman, Sekitar tahun 1937)


Bencana Hindenburg
diwarnai oleh Dana Keller

8. Para pasukan tentara inggris bersiap menuju baris depan (1939)


diwarnai oleh BenAfleckIsAnOkActor

9. Joseph Goebbels mengerutkan kening setelah mengetahui fotografer Alfred Eisenstaedt adalah Yahudi (Jerman, 1933)

diwarnai oleh Mads Madsen

10 Toko 'Old Gold' (1939)

diwarnai oleh Jordan J Lloyd

11. Walt Whitman (penyair dan wartawan USA, 1887)

Walt Whitman
diwarnai oleh Dana Keller

12. Mobil nabrak di Washington D.C. (1921)

diwarnai oleh Sanna Dullaway

13. Mark Twain (penulis dan pelawak USA, sekitar tahun circa 1900)


Mark Twain
diwarnai oleh Mads Madsen

14. Charlie Chaplin saat berumur 27 tahun (1916)
Hayoo siapa dia, namanya ada dilirik lagu Bondan Prakosa - Bumi ke Langit

Charlie Chaplin
diwarnai oleh BenAfleckIsAnOkActor

15. Elizabeth Taylor (artis inggris-usa, 1956)

Elizabeth Taylor
diwarnai oleh malakon

Semua keterangan yang diberikan oleh Jordan J Lloyd. H/t Twisted Sister, yang memiliki beberapa daftar kontributor ternama dalam pengeditan dan pewarnaan foto.

Sumber: 15 Remarkable Colorized Photos Will Let You Relive History